Workshop Raditya Dika di FEB UB

Info terdengar samar memang kalau Raditya Dika ada di Malang tanggal 1 Desember ini. Saya sendiri pun sebenarnya juga ndak tau, sebelum Raditya Dika sendiri ngetweet ini 3 hari sebelum ke Malang, itupun tweetnya kalau ndak salah pas tengah malam. Ya emang pas itu saya lagi ndak ada di Malang, tapi akhirnya karena workshopnya workshop mengenai stand up comedy iseng juga ikut kuisnya TucTime via twitter yang hadiahnya tiket gratis workshop Raditya Dika di UB dan alhamdulillah menang. Kaget juga pas dikasih tau kalau workshopnya diadakan di Aula Gedung D Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), secara itu tempatnya ndak terlalu luas, kira-kira kapasitas ndak lebih dari 250 orang. Beberapa saat kemudian, eh banyak teman-teman saya yang notabene kuliah di UB malah ndak tau info workshop ini, dan taunya pas tiket uda sold out. Usut punya usut ternyata emang ndak ada publikasi di kampus UB, cuma ada di beberapa titik saja di Kota Malang.

Hari Kamis pagi (1/12) langsung meluncur ke FEB UB, pagi karena saya masih ada perlu pribadi sama dosen di Gedung A FEB. Sesuai jadwal pukul 9, pukul 9 lebih 10 menit saya nyoba ngecek naik ke Aula Gedung D FEB, keadaan ndak terlalu kondusif, ratusan orang masih antri registrasi dan belum masuk aula. Melipir lah saya kembali turun dan meninggalkan Gedung D FEB.

Pukul 10 kurang 10 menit saya nyoba lagi naik ke Aula Gedung D FEB, kondisi udah kondusif, saya pun registrasi. Masuk ke aula, eh ketemu sama teman, si Rendi Suseno, yang katanya lagi diajak nemenin temannya yang jadi LO. Ndak jadi ambil duduk, enakan ngobrol sendiri sambil berdiri di belakang. Pukul 10 pas, Raditya Dika yang ditunggu sekitar 160an orang ini muncul juga. Seperti biasa, tampilannya kusam abis, semacam kayak belum mandi gitu lah. Di awal, Raditya Dika menyapa penonton dengan memainkan lawakan stand up-nya seperti biasa, beberapa kali sukses membuat ngakak secara ndak wajar. Di tengah, baru menyisipi beberapa materi tips mengenai bagaimana membawakan suatu stand up comedy dan bagaimana sebaiknya memulai menjadi comic stand up comedy, sampai menarik 3 penonton ke panggung untuk dibantu misalnya untuk mencari bahan lawakan. Setelah materi disampaikan dilanjutkan sesi tanya jawab, yang juga masih berlangsung wajar beberapa pertanyaan yang diajukan. Sesi terakhir baru Raditya Dika dan 160an penonton foto bareng. Foto bareng dibagi tiap deret kursi, 1 deret terdapat 11 orang. Pukul 11 acara ditutup, beberapa penonton terlihat masih belum puas sama acara yang berlangsung cuma 1 jam ini.

Yap wajar sekiranya kalau banyak yang ndak puas. Saya sendiri juga merasakan. Materi dan lawakan yang dibawakan oleh Raditya Dika ndak jauh beda alias sama seperti apa yang udah pernah dibawakannya pas ke Malang sebelum-sebelumnya. Saking agak bosennya, selama acara saya malah ngobrol sendiri sama LO-nya di deretan paling belakang sambil nendes kombet. Atau mungkin emang saya yang terlalu berlebihan sampai udah pernah mengikuti segala talkshow Raditya Dika sebanyak 9 kali dalam perjalanan hidup saya. Ndak bisa menyalahkan juga sih, karena emang materi lawakan yang akan dibawakan biasanya emang susah untuk keluar dari materi yang pernah dibawakan sebelumnya. Paling ndak, saya udah mendapat ilmu stand up comedy dari Raditya Dika lebih hari ini...

Comments

  1. Ndang diupload open mic mu d yutub

    ReplyDelete
  2. trus hasil ilmu ngikutin shownya Raditya Dika kesana-sini, mana? Ndang ditulis atau di-youtube-kan! :D

    ReplyDelete

Post a Comment