Harry Potter 7, Alhamdulillah Bisa Nonton Pas Premiere

Mungkin saya bakal dilempari bata sama penggemar Harry Potter kalau saya ndak tau hari ini adalah premiere seri ke-7 Harry Potter, Harry Potter and The Deathly Hallows, tapi kenyataannya saya memang ndak tau. Iya saya memang bukan penggemar berat fiksi rekaan J.K. (Jusuf Kalla, *diseplak*) Rowling ini. Saya baru tau Jum'at pagi setelah buka-buka timeline twitter, milis Bloggerngalam dan web-nya 21 Cineplex di kampus. Eh, jilalah ditelpon sama teman juga, cewek, minta anter nyari tiket, awalnya sih malas ya tapi karena teman cewek saya ini buaeknya ndak ketulungan ya saya ikhlas-ikhlas aja anter ini bocah ke Malang Plasa, 21 Mandala. Dari niat nganter akhirnya kepengen juga, bukan kepengen nonton Harry Potter-nya sih, tapi kepengen nyobain 21 Mandala yang baru direnovasi tapi dengan harga tiket yang ndak berubah, cuma IDR 10ribu untuk hari biasa. Ya beruntung banget kalo nonton premiere Harry Potter cuma dengan 10ribu dengan fasilitas yang serba baru *posting beriklan*. Saya pun ikut pesen tiket, tapi ndak sama temen cewek saya itu dan genk-nya yang cerewet-cerewet itu, saya mau nonton sama teman2 Bloggerngalam. Ndak usah ditanya antri apa ndak pas beli tiket, yang jelas uantriii tri triii buanget dan bersyukur saya kebagian tiket, langsung beli 8, untuk penayangan pukul 18.45. Saya curiga Harry Potter ini pakai guna2 pelaris ke mbah Ki Joko Bodo.

Malamnya, datang tepat di 21 Mandala ternyata masih aja harus nunggu Graha yang kancrit (dikira nontonnya besok dan dia masih ada di MOG *eaaa, seplak Graha*), alhasil saya beserta mas Nicodemus (lainnya, mbak Ratih, mbak Nita, mbak Nengbiker udah masuk duluan) ketinggalan beberapa menit awal cerita, tapi (mudah-mudahan) ndak mengurangi esensi cerita. Cukup basa-basinya, selanjutnya menceritakan Harry Potter and The Deathly Hallows (part 1) ini, yang sebenarnya saya ndak ngerti detailnya, tapi setidaknya saya akan menjabarkan apa yang sudah saya lihat.

Diceritakan Harry, Ron, dan Hermione awalnya sembunyi dari pantauan Voldemort , akan pindah dari Privet Drive demi keselamatannya. Namun setelah Voldemort dan para Death Eater terus menyerang dan memakan banyak korban, seperti Hedwig dan Mad-Eye Moody yang meninggal, Harry yang sudah berusia 17 tahun memutuskan untuk melakakan wasiat Dumbledore “melawan” Voldemort dengan berusaha mencari dan menghancurkan Horcrux yang tersisa. Horcrux yakni bagian jiwa Voldemort yang disimpan di beberapa tempat yang menjadi salah satu kunci untuk mengalahkan Voldemort. Harry dkk berhasil menemukan salah satu Horcrux, yaitu liontin Salazar Slytherin (ndak tau juga ini Horcrux keberapa yang akan dihancurkan) meski Ron sempat terluka. Liontin Salazar Slytherin tersebut dapat dihancurkan dengan pedang Godric Gryffindor dan Harry dkk harus mencari pedang tersebut.

Dalam pencarian Ron dan Harry berselisih karena Ron cemburu dengan Hermione dan Harry, Ron pergi meninggalkan Harry dan Hermione. Harry dan Hermione sempat pergi ke Hodric’s Holow untuk mengetahui di mana keberadaan pedang Godric Gryffindor. Di Hodric’s Holow mereka malah terjebak bertemu Nagini (menyamar sebagai teman lama Dumbledore, Bathilda Bagshot), ular jelmaan Voldemort yang katanya merupakan Horcrux juga. Di bawah ancaman Nagini tersebut, Harry dan Hermione berapperate melarikan diri di suatu tempat tepi danau beku yang ternyata Harry menemukan pedang Godric Gryffindor di dalam danau beku tersebut. Namun Harry tak mampu meluluhkan pedang Godric Gryffindor sendiri karena liontin Salazar Slytherin memberontak mencekiknya. Ron tak diduga datang menyelamatkan Harry dan juga menghancurkan Liontin Salazar Slytherin (dibumbui imajinasi adegan topless Harry dan Hermione yang hot, eaaa). Kembalinya Ron dalam barisan, belum mampu membuat Hermione memaafkan Ron, sampai2 Ron melontarkan beberapa ucapan romantis mengandung tolol kepada Hermione.

Harry dkk kemudian melanjutkan perjalanannya, mereka penasaran dengan lambang Grindelwald yang ditemuinya berkali-kali. Mereka pun menemui Xenophilius Lovegood, ayah Luna Lovegood. Dari Xenophilius Lovegood, Harry dkk memperoleh kisah Tale of the Three Brothers, riwayat Elder (tongkat sihir tertua, yang diduga ikut dimakamkan bersama Dumbledore), Resurrection Stone (batu kebangkitan), dan Jubah Gaib (jubah tembus pandang, yang diduga telah dimiliki Harry) yang menjadi bagian2 dari lambang Grindelwald dan merupakan The Deathly Hallows (reliku penakluk kematian). Namun setelah itu Xenophilius Lovegood berkhianat dan menyerah Harry dkk kepada Kementerian Sihir untuk ditukar membebaskan Luna Lovegood yang ditawan di Kementerian Sihir.

Meski berhasil berapperate, tak lama Harry dkk juga tertangkap oleh para Death Eater dan dibawa ke rumah Malfoy yang menjadi basecamp para Death Eater. Hermione disiksa Bellatrix Lestrang karena dikira mencuri pedang Godric Gryffindor, sedangkan Harry Dan Ron (karena tidak ada yang mengenali wajah Harry yang telah dsihir diubah Hermione) dikurung di bawah tanah bersama Dean Thomas, Goblin Griphook, pembuat tongkat sihir Ollivander, dan Luna Lovegood. Aksi heroik Dobby mampu menyelamatkan Harry dkk. Ketika Harry bebas dari kurungan, justru Wormtail tewas dengan cekikan tangan besinya sendiri. Harry dan Ron yang bebas lalu berusaha menyelamatkan Hermione dari tangan Bellatrix, pertempuran pun terjadi. Dalam pertempuran, Dobby menjadi korban, meski sempat telah berapperate melarikan diri ke alam lain namun pisau perak Bellatrix keburu mengenai Dobby. Dobby pun meninggal. Suasana benar2 haru, Yates mampu membawa emosi kesedihan hingga saya pun ikutan menitikkan air mata. Asli, ini bukan saya-nya yang lebay, tapi benar-benar mengharukan. Di saat bersamaan, menutup cerita Harry Potter and The Deathly Hallows (part 1) ini, Valdemort berhasil membuka makam Dumbledore dan mencuri Elder Wand…

Banyak bagian yang mampu memuaskan saya dalam film Harry Potter and The Deathly Hallows (part 1) ini. Berbeda dengan seri sebelumnya, di seri ke-7 ini, Yates dapat saya katakan sukses membuat alur cerita yang lebih simple namun tak mengurangi cerita yang sudah melekat di novelnya.Dengan cerita di yang telah dipaparkan demikian, saya menyadari dan memaklumi kalau novel yang terakhir yang difilmkan ini memang harus dibagi menjadi 2 episode. Saya juga terhibur dengan efek CGI yang lebih wow juga dibanding seri sebelumnya, terutama animated sequences pas menceritakan kisah Tale of the Three Brothers. Kemunculan beberapa tokoh di seri sebulumnya di seri ke-7 ini, seperti Mad-Eye Moody, Hagrid, Wormtail, Lupin, Dumbledore, Neville Longbottom, Bill Weasley, Fleur Delacour, hingga Dobby mampu membuat saya mengingat dan benostalgia dengan film seri sebelumnya, Yates cerdas sekali. Yates juga cerdas memanfaatkan setting yang tidak ladi di Hogwart dengan menampilkan landscape view tempat-tempat di Inggris yang menyejukkan mata, sinematografi yang luar biasa indah. Satu lagi yang menyejukkan mata saya, Hermione beneran tambah cakep di film ini, uuhhhhhhh… *siap-siap diseplak pacar*
yang ndak setuju Hermione tambah cakep berarti bukan cowok!!!

Tapi ada juga yang saya kecewakan dan mungkin Yates belum menyadarinya. Di seri kali ini pun saya belum melihat adanya adegan pertarungan sihir yang benar2 hebat terjadi. Kelahiannya mah dari dulu gitu-gitu aja, masih kelas cupu. Ada lagi yang mengganggu, yakni pas scene Harry dkk kejar-kejaran dengan perompak di hutan, ini beneran dah bikin pusing pengambilan gambarnya. Terlepas dari itu semua, film Harry Potter and The Deathly Hallows (part 1) inidapat saya katakan yang terbaik dan sangat mudah dipahami hingga saat ini dibanding seri2 sebelumnya. See you in July 2011, Harry Potter and The Deathly Hallows (part 2/terakhir)...

NB: saya ndak akan review yang Part 2-nya bila uda tayang kelak, dengan alasan ndak mau dibilang spoiler bagi pecinta Harry Potter karena klimaksnya ada di situ, yang Part 1 saya review karena mungkin bisa jadi pengantar buat yang mau nonton Part 2

Comments

Post a Comment

Popular Posts