What the F**k Trouble With Our PK2 Movie?


Seharusnya. Yap seharusnya hari ini kita udah mulai mengedit film fiksi buat PK2Maba. Seharusnya kita udah agak sedikit lega karena sedikit lagi film fiksi yang kita buat selama 2 hari ini bakal sama-sama kita nikmati hasilnya. Pekerjaan yang sangat melelahkan memang ketika kita menjalani proses syuting film ini selama 2 hari itu, belum lagi persiapan-persiapannya dan konsep yang harus dipikirkan sebelum menjalani proses syuting. Serentetan proses yang sangat-sangat menguras banyak tenaga, pikiran, waktu, dan juga materi.
Proses syuting hari pertama saja meski cuma mengambil lokasi syuting di kampus, di Fakultas Ekonomi kita, kita harus rela standby buat syuting dari pukul 08.00 (baca:pukul 09.30 baru dimulai) sampai pukul 17.20. Yah, bisa dirasakan lah gimana lelahnya proses ini, meski saya sendiri pas hari itu izin keluar buat nyusul someone dan nemenin sepupu buat nyari kost'an (meski akhirnya frustasi ndak nemu-nrmu dan dengan sangat terpaksa saya menjebloskan sepupu saya di asrama UM untuk sementara waktu) selama 3 jam-an. Turut merasakan lah betapa melelahkanya saat 1 scene aja kita sampai take hingga beberapa kali dan bisa dibayangkan juga bagaimana susahnya mengatur serta menyupport "artis-artis" pilihan bin dadakan ini yang metal abis ini. Baru nyadar, capek juga buat film itu ternyata, kawan.
Apalagi proses syuting di hari kedua. Syuting dimulai dari pukul 07.30 (baca: pukul 09.00 baru menuju lokasi syuting). Kali ini kita mengambil lokasi syuting di luar nan jauh di sana, tepatnya di daerah diantara Joyo Grand dan Villa Bukit Tidar (saya sendiri ndak tau ini kok bisa mbrusuk gini). Yang jelas saya acungin jempol buat tim ini, panas-panas rela berbondong-bondong ke tengah sawah (atau tegalan yow), di tengah tanaman cabai nan gersang pula. Meski panas-panas kita tetep ceria woy. Proses syuting di sawah ini selesai sekitaran pukul 11.40an. Next, kita lalu balik ke kampus. Kendala mulai muncul saat si Friston, aktor utama dalam film ini, masih belum nongol juga di hadapan kita. Gila mampus nih bocah, padahal janjiannya ngumpul pukul 07.00, eh nyampai pukul 12.00 neh bocah masih belom jelas ada di mana. Semua mulai panik, mulai memikirkan plan B, dan terlihat wajah-wajah stres dari tim film fiksi PK2Maba ini. Pukul 12.15 posisi si Friston alhamdulillah mulai terlacak. Yah meski kita kudu berlagak layaknya tim termehek-mehek mencari targetnya, dan di sini targetnya adalah posisi Friston ada di mana. Proses pencarian Friston selesai dan setelah rame-rame memaki Friston kita langsung menuju lokasi syuting selanjutnya, kantin Bastra UB. Yap, proses syuting di kantin Bastra UB waktunya molor. Kendalanya baterai handycam habis, CD handycam juga abis pula. Yah terpaksa kita menunggu dan menunggu lagi. Pukul 3-an syuting di kantin Bastra UB selesai, lanjut kita syuting lagi di parkiran atas Fakultas Ekonomi UB. Inilah scene yang ditunggu, dimana anak2 metal si Saka, Friston, dan Nanda menyanyikan yel-yel dengan lagu Wali. Bayangno rek, lagune Wali sungguh laknat, sungguh scene yang hina. OK, ternyata komplotan tri mas kintir ini sukses juga nyanyiin lagu Wali-nya, hhe pisss bang.
NB: jika ingin melihat video Saka, Friston, dan Nanda menyanyikan lagu Wali, tunggu saja, "waktu"nya pasti akan datang!!!
Next, malemnya kita sepakat mengambil scene dengan suasana cafe di KFC Kawi. Yah, kita bergegas pulang dulu buat istirahat di rumah/kost/kontrakan masing-masing. Saya sendiri sampai di kost langsung nyalain laptop, login FB, login YM. Belom sempet update statusdi FB, eh tiba-tiba ada mantan muncul di YM pakai ngebuzz segala. Saya sendiri udah capek seharian, eh mantan malah buka cerita tentang cowok barunya, hamput lah. Well, sebagai mantan yang baek dan pandai mengaji saya pura-pura aja jadi pendengar yang baek meski sebenarnya hati sakit ndak ketulungan dan ingin membunuh tuh cowok barunya. Ok, lupakan si mantan, mari bergegas menuju ke KFC Kawi. Wow, sampai di KFC Kawi, rame bener euy, baru inget kalau ini kan tanggal muda bung. Sejenak saya naruh bokong dulu di sofa sambil ngobrol sama teman-teman tim film. Hasrat pengen waffle muncul, saya berdiri memesanwaffle, ndak biasanya antrinya ndak nguati prettt. Setelah waffle di tangan, balik ke meja, eh ternyata si Cumi, yang megang handycam, udah datang juga. Kampretnya si Cumi datang hanya untuk merampok waffle saya bung dan terpaksa saya mengantri (lagi) memesan waffle (lagi). Waffle kedua di tangan, saya taruh kembali pantat ini ke sofa, dan jenduaarrrrrrrrr tiba-tiba dengan petir menyambar (kayak efek-efek di film hercules gitu) Cumi bilang kalo CD hasil syuting selama 2 hari itu ndak kebaca... Betapa indahnya kenyataan ini bung! Sampai akhirnya si empunya pemilik handycam pun menyerah dengan kenyataan ini... Mari kita bersama-sama mengucapkan "Innalillahi wainnalillahi rojiun" atas sia-sianya perjuangan kami dan "hancurkan handycam-nya"!!!!! Ikhlaskan perjuangan syuting kita selama 2 hari kemarin...

update:
hasil film ini bisa dilihat di Youtube sini

Comments

Popular Posts