Battle...,??? Yukkk...

Behhh, sibuk banget nih, sibuk ini itu! Tugas datang silih berganti, casting buat Pentas Tunggal EGO (bukan buat sinetron loh!), ditawari jadi panitia ini itulah, belum menyiapkan UAS lah, belum lagi belakang banyak teman yang minta tolong buat desain poster dari 3 anak sekaligus (tega banget kalian!). Tidur cuma 6 jam dalam 2 hari!!! STRESSS BANGET!!! Yah, semoga saya ndak sakit lagi lah, itu saja harapan saya.

Well, setelah sekian lama, setelah mencari-cari ke sana ke mari, akhirnya kelas 'Za sukses mencari lawan buat tanding futsal. Jreng... jreng... jreng... lawannya ndak lain adalah anak Hukum '07 UM!!! Sempet miris juga, cuz kita taruhan Rp 1juta, bro. Sempet putus asa, cuz uang Rp 1juta belum genap juga sampai sore, padahal tandingnya kurang beberapa jam lagi. Sampai-sampai kita hampir pasrah mau mengamen saja! Tapi dipikir-pikir sampai berapa tahun kita ngamennya? Kita dalam situasi terdesak uang Rp 1juta...

Tapi untunglah, kita tetap konsisten. Malamnya kita tetap pergi menuju place of the battle, Champions Futsal Tidar. 'Za bersama Dewanto, Beka, Ekki, Opal, dan para supporter atau lebih tepatnya massa pengkisruh, berangkat bareng temen 'Za, si Kethek dengan minibus VWnya yang katanya bumpernya baru. Setelah menyisir jalan, dengan suhu malam yang lagi dingin banget, alhamdulillah, akhirnya sampai di TKP juga. Sampai di TKP malah bingung, yang mana ya yang jadi lawannya? Deg degan. Sampai seseorang ndak pakai celana tinggi kekar datang, yang mengaku dirinya (katanya) bernama Paijo (bukan nama aslinya) yang menyuruh kita buat cepat masuk lapangan. Hhuuhooohhhoo, ternyata orang ini toh yang bakal jadi lawannya? Medeni rek! Belum lagi pas lihat teman-temannya tuh bocah, wuih gede-gede, rek! Itulah lawan kita..., ada Buaz Salossa dari Wamena, Guti Petismencret, Park Jipang Jangkar, Ponaryo Astimin, en kipernya saja gede banget segawang penuh, sebut saja Ade Rai Mubunder. Sedangkan kita? Hhuuhooohhhoo, masih untung kalau ndak ada yang bilang kita orang-orang yang lagi kena busung lapar!!! Belum lagi tampang mereka yang sama sekali ndak keliatan bahwa mereka angkatan 2007. Teman, si Ekki pun ngoceh, "Halah, palingan mereka UM angkatan '45." Haduh Ki, kalau ngomong lain kali ndak usah kenceng-kenceng, mampus dah loh, diliatin sama si Wamena. Nyari gara-gara memang si Ekki....

Nyali kita ndak menciut bro, kita tetap semangat ngupil! Pertandingan dimulai... kita mampu mengimbangi permainan mereka. Meski sebenarnya kita tertekan, kita unggul sementara 1-0, hasil kerjasama apik Dewanto sama Ricky. Kita tertekan lagi oleh serangan-serangan mereka, beruntung kiper kita, Bagus, tampil ndak normal, alias luar biasa. Beberapa kali tendangan lawan mengenai mistar dan juga berhasil diamankan Bagus. Malah kita sempet mencuri gol lagi lewat aksi individu Ricky melewati 2 pemain lawan, skor 2-o. Angan-angan uang Rp1juta sudah kebayang banget di depan mata. Tapi tetep, kita tetep ditekan habis-habisan sama lawan, bek kita Wawan tampil ganas. Ketegangan muncul pas lawan mencetak gol kontroversi cuz memang bola belum melewati garis gawang, skor 2-1. Hingga akhirnya karena lengah skor jadi 2-2, di babak pertama. Babak kedua, kita mulai ngos2an, apalagi kita kekurangan pemain cadangan, waduh bingung juga. Didik yang meski lagi sakit, kata teman-teman sih kena lepra (jangan diseriusi, cuz ini omongan dari oknum tak bertanggungjawab, si Ekki), keliatan pucat, tetap saja dia ikutan main. , apa boleh buat kita kemasukkan gol lagi, skor menjadi 2-3. Perasaan cemas, mulai memuncak pada diri saya beserta teman-teman lainnya. Siap-siap mau mengikhlaskan uang Rp 1juta. Saya was-was maksimal, mau menangis rasanya, dan mau cepet-cepet bantu ibu di rumah (nah loh, ndak nyambung, pak!). Beberapa upaya dikerahkan, sampai mengorbankan Wawan sampai cedera hamster, hmmm bukannya hamster nama hewan ya? Owww, cedera hamstring deng. Sampai Dewan mau mati di pinggir lapangan megap-megap minta nafas bantuan mbak Novita, hehhhhehhehehhh pisss Wan! Saya cuma bisa bengong liat mereka semua, bengong meratapi skor 2-3. Yok, pemimpin lapangan si Angga akhirnya bisa membangkitkan adek kecil semangat kami. Mulai bangkit, mulai menekan tim lawan, beberapa tukang becak dikerahkan (maksudnya buat nonton), dan supporter jerit-jerit ndak karuan kayak mahasiswa yang lagi orasi terus kesurupan, serem banget. Behhh, Ricky menunjukkan kelasnya saudara-saudara (maksudnya kelas dia kuliah yang ndak lain sekelas saya juga, ya iyalah wong kita tanding atas nama kelas?!?), Ricky behasil mencetak gol lagi buat kami lewat freekick cerdiknya, skor 3-3. Beruntung, beruntunglah kami. Selebrasi agak berlebihan dipertontonkan oleh supporter, gila, the best dah supporternya. Meski di akhir pertandingan kita masih menciptakan beberapa peluang, namun skor 3-3 tetap bertahan sampai akhir pertandingan.

Tim lawan maunya meminta dilanjutkan ke adu penalti. Saya berpikir ya iyalah mereka minta begitu, secara kiper mereka saja kayak hiu gitu, lebih tepatnya hiu terdampar. Waduh logikanya mah kalau adu penalti mah, tuh hiu, eh tuh kiper tinggal selonjoran saja di depan gawang tuh gawang bakal penuh ketutup sama hiu (nah jadi bingung ini apa memang hiu bisa maen bola ya?), si kiper maksudnya, kalau begitu caranya ndak bakal ada yang masuk tendangan kami. Well, akhirnya kami menolak untuk adu penalti. Ndak apalah kita ndak dapat apa-apa, ndak ada yang menang, yang penting kita sudah bisa survive ke mereka. Wew ada penghargaan khusus nih, the fair play player jatuh pada pilihan, yup tak lain adalah si Beka, dengan rincian maen cuma beberapa detik, belum nyentuh bola sama sekali. Salut dah buat semuanya, teman-teman yang sudah jadi pahlawan kemalaman, secara maennya memang malem, kalau maennya siang ya jadi pahlawan kesiangan... C U in the next match, in the next battle... ada yang mau menantang tim amatir kami?

Pesen buat si manajer, Opal, eh ndul kalau nyari lawan lain kali kira-kira dong yes, untung kita masih hidup menghadapi lawannya. Keuangannya tolong dicatet buk, biar yang lain ndak eker-ekeran maneh...

Comments

  1. FutsalanOjoKikukTokAe
    AjarTingtungA

    pukSiZWorLd

    ReplyDelete
  2. Oi tok wes! Sam bener koen, sam. Le gak kikuk a? Enak kikuk timbangan futsalan.

    ReplyDelete
  3. sing penting 'Ojo Jotos2an'

    ReplyDelete
  4. Ahhh....Taruhan!?!?!?!Dosa!!
    Bagi" donk duit taruhannya!hueheuehu

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts